Akibat kebijakan Efesiensi anggaran pemerintah pusat rupanya berefek pada beberapa program Dinas Pertanian Halsel.
Halsel, HN- Kebijakan esiensi berdasarkan Intruksi Presiden (Inpres) Tahun 2025 dan perintah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) rupanya berefek pada berbagai program prioritas di setiap lembaga daerah pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/kota.
Hal ini seperti terjadi pada Dinas Pertanian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Di mana, ada beberapa program yang sudah direncanakan bakal mengalami pemangkasan usai diberlakukan efesiensi.
Agus Heriawan, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan ketika ditemuai awak media pada Kamis (20/25) siang tadi menyampaikan bahwa, pihaknya hanya bisa mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, karena aturan yang diberlakukan saat ini langsung dari pusat.
"Ya karena kan kebijakan Efesiensi ini kan langsung dari pusat, baru ke daerah. Memang itu sudah menjadi intruksi juga oleh Presiden maupun Kemendagri," kata Agus.
Selain itu, Agus menuturkan bahwa pastinya efek dari efesiensi ini akan terjadi pemangkasan anggaran untuk pemerintah berdasarkan kebijakan tersebut.
"Pasti efeknya terjadi pemangkasan anggaran, mungkin ada tujuan pemerintah yah," tukasnya.
Agus bilang, untuk efek di Dinas Pertanian sendiri pastinya ada karena sudah diusulkan program-programnya kemarin. Ia mencontohkan pemangkasan berdasarkan efesiensi hanya pada Perjalanan Dinas (Perjadin), Belanja Modal dan Alat Tulis Kantor (ATK).
"Yang menyangkut dengan kegiatan itu kan tidak dipangkas atau tidak terganggu. Mungkin dengan tidak diganggu itu, perencanaan kegiatan Dinas untuk Tahun 2025 ini tetap akan berjalan," ucapnya.
Meski begitu, terdapat beberapa anggran yang diperlukan seperti pengembangan ketahanan pangan salah satunya termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun secara tehnisnya membutuhkan adanya bahan pokok.
"Paling tidak kan makan bergizi gratis itukan mulai dari Karbohidrat sampai dengan Protein yah. Nah untuk Karbohidrat kan tentunya membutuhkan lahan dan lahan kita yang sudah ada kita maksimalkan dan yang lahan-lahan tidur kemarin sudah kita mulai buka dengan kebijakan jika ada kelompok tani yang mau pinjam pakai alat, kita kasih," tuturnya.
"Tapi itu kalau Petaninya benar-benar ingin pinjam alat. Contohnya seperti hanya menyampaikan surat tapi tidak ditindaklanjuti untuk datang menghadap kesini, kita pinjamkan juga kepada teman-teman kita di Polisi, TNI," tambahnya.
Sementara untuk program prioritas Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan sendiri, Agus menerangkan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa yang berjalan seperti, tanaman pangan.
"Contohnya kemarin kita sudah melakukan penyediaan bibit ke Gane Timur di Desa Tawa, untuk peningkatan produksi. Karena memang untuk hasil produksi di Gane Timur setiap tahun nya alhamdulillah ada peningkatan, profisitasnya kan ada," tukasnya.
"Kemudian juga ada sekolah lapang. Sekolah lapang itu bagian dari pada infrastruktur untuk memenuhi suasimbada pangan dan ketahanan pangan, itu juga salah satu infrastruktur," sambung Agus Heriawan mengakhiri.
***